Entah berapa minggu yang lalu, waktu pulang sekolah, turun dari angkutan, aku nyebrang. Saat itu kendaraan menuhin jalan, macet. Dari jendela angkot di dekat aku, aku bisa lihat ada motor yang melaju ke arahku. Mikirnya sih nggak akan kenapa-napa, paling motornya bakal ngelambat. Dan well, aku tahu pengemudi motor nggak ngelihat aku, tapi aku tetap jalan terus, soooooooo.... motor itu hampir nabrak aku, tapi sepertinya roda motor hanya ngegiles rok aku yang kepanjangan, ngebuat aku seperti kesandung, ditambah beban berat dari tas di punggung, aku nggak bisa jaga keseimbangan, limbung ke depan, tangan berusaha nahan, oke aku nggak apa-apa. Tapi naasnya, waktu hampir jatuh, lutut kiriku nggak tertutupi rok, dan akhirnya menggesek aspal.

Perih rasanya, dan jadi ngerasa susah jalan. Kukira cuma lecet. Setelah sampai rumah dan melihat lutut.. woooow! Lututku sudah dihiasi darah.

Mungkin di antara kalian ada yang 'nggak bisa' nyebrang. Nggak berani nyebrang sendiri. Kalau pun dengan terpaksa mesti nyebrang sendiri, kalian merasa takut. Well, kayaknya kalian mesti syukuri itu. Daripada seperti aku yang terlalu sembrono dan mungkin kelewat berani saat menyebrang.

Ohya, waktu lagi di angkutan, sebelum turun dan nyebrang, aku lagi memikirkan sesuatu, dan sepertinya saat nyebrang pun pikiranku masih mengambang. Jadi yah jangan ditiru :D kalau mau nyebrang harus fokus dan jangan lupa 'Bismillah..' :)



Moral value dari kejadian ini (kayaknya aku nggak perlu ngejelasin gimana lukanya ya? Haha for sure, those ugly injury, can't touch water for what weeks, can't easily walk) untuk beberapa pihak :

Penyebrang:
- pikiran jangan melayang ke mana-mana
- baca basmallah atau doa
- tunggu hingga kendaraan berada cukup jauh
- naikkan tangan (ga perlu sampe ke atas kepala juga :D) agar pengemudi tahu kamu mau nyebrang dan bisa memperlambat kecepatan
- kalau sedang macet, tunggu kendaraan seperti motor lewat terlebih dahulu.
tetap tenang dan jangan mendahului bila mereka tidak memberi tanda


Pengemudi:
- sadar bahwa pengguna jalan bukan hanya kamu
- kurangi kecepatan di tempat orang biasa menyebrang
- bila terlihat orang akan menyebrang, kurangi kecepatan
- bila tak sengaja menyerempet apalagi menabrak orang, berhenti dan bantulah terlebih dahulu.
walau mungkin itu memang salah orang tersebut, apa salahnya membantu?


Untuk sementara, segini saja dulu :)
Semoga dapat lebih berhati-hati dan selamat :D Amin..
The Hardy Boys adalah novel serial detektif yang dibuat oleh Franklin W. Dixon, terjemahannya diterbitkan Elex Media Komputindo.

Dalam setiap serinya, The Hardy Boys selalu menyajikan kisah menegangkan penuh petualangan berbeda. Bagaimana tidak, sebab tokoh utamanya, yaitu Joe dan Frank adalah dua kakak beradik anak dari seorang detektif. Tak ayal lagi, mereka mendapat 'imbas' kasus-kasus menarik. Layaknya detektif handal, mereka memecahkan berbagai kasus dengan cara mereka, walau seringkali membahayakan nyawa mereka sendiri.

Di buku ke sepuluh, kita disuguhi kisah tentang Joe dan Frank yang diminta 'mencuri' penemuan amat berharga di rumah Malcolm Wright. Ternyata, kasus ini berkaitan dengan kasus yang jauh lebih besar, ruang lingkupnya lebih besar, hingga membuat mereka mengejar si pelaku hingga ke kota lain, dan tentu saja, membahayakan diri mereka.

Penuh petualangan seru yang menegangkan!
Being Ignorance, Not Understandable By Your Friends



Pernah nggak sih kamu ngerasa dijauhin dan dikucilin orang sekitar bahkan oleh teman-teman dekatmu sendiri?

Saat mereka lagi ngobrol, kamu dikacangin seolah kamu bukan bagian dari mereka. Waktu mereka mau jalan-jalan, kamu nggak diberitahu, atau mungkin well yah kamu diajak tapi mereka terlihat lebih senang kalau kamu nggak ikut. Merasa sakit nggak kalau temanmu bilang nggak bisa ikut, teman yang lain mati-matian maksa dia buat ikut. Tapi, kalau kamu yang nggak bisa, temanmu nggak peduli. Apakah kamu dianggap berbeda? Apa kamu bukan bagian dari mereka?

Apa teman dekat itu harus selalu saling curhat? Okelah kamu memang nyaman saja mendengar curhatan mereka, tapi apakah itu berarti kamu juga harus menceritakan masalah-masalahmu pada mereka? Mungkin untuk beberapa hal kamu masih bisa menceritakannya, tapi toh tak perlu sampai menceritakan hal yang tak kamu inginkan kan? Karena yang tahu tentang dirimu ya kamu sendiri, bukan mereka.

Kalau kamu tidak curhat, bukan berarti kamu tidak butuh mereka kan? Kalian tentu saling membutuhkan, itulah teman. Tapi ada beberapa hal yang lebih baik kamu selesaikan sendiri daripada minta pendapat mereka.

Pernah nggak merasa teman-teman membicarakanmu? Hal jelek, tentunya. Dan saat kau tanya, apa yang mereka bicarakan, mereka tak mau memberitahumu. Apa kau bukan teman mereka?

Pernah merasa teman dekatmu bahkan tak bisa mengerti perasaanmu? Bahwa kau tak suka mereka dekat-dekat kecenganmu. Kau tak suka mereka bertingkah seperti perempuan nakal yang bisa kau temui tiap malam di pinggir jalan.

Apa gunanya mereka memanggilmu 'sahabat', kalau begitu?

Apakah suatu hari nanti mereka akan memahamimu dan bisa berteman dengan baik?

Apa suatu saat nanti kau bisa nyaman di dekat mereka?

Apakah nanti mereka yang sebelumnya adalah 'beban' dapat berubah menjadi 'teman sejati'?


Biasanya, sesuatu yang berharga itu baru terasa demikian saat kita sudah kehilangan hal tersebut. Jadi, apa kau harus kehilangan mereka dulu baru bisa benar-benar bersahabat? Rasanya tidak.


Mengertilah bahwa tiap orang itu berbeda-beda. Sifat dan cara kalian menunjukkan sesuatu tidaklah sama. Kalau kau menganggap mereka beban, mungkin kau bisa mengutarakan pada mereka. Jadi akan lebih mudah untuk semua pihak. Keterbukaan untuk beberapa hal memang bagus.
Buat mereka mengerti batasan-batasan yang kau buat. Mana yang bisa kau ceritakan pada mereka, dan mana yang tidak. Buat mereka paham mengapa kamu melakukan itu. Kalau mereka masih tidak mengerti, berarti mereka memang bukan teman yang tepat untuk kau jadikan sahabat.

Tanya pandangan mereka terhadapmu, apa yang mereka ingin kau lakukan ataupun tidak. Sehingga, bila memungkinkan dan tidak keluar batas, kamu bisa mencoba menjadi apa yang mereka inginkan. Tapi ingat, kamu ya kamu, tetap pada akhirnya tak ada yang bisa mengatur, kecuali Allah swt.

Teman yang baik pasti bisa mengerti dirimu.

About