Perih rasanya, dan jadi ngerasa susah jalan. Kukira cuma lecet. Setelah sampai rumah dan melihat lutut.. woooow! Lututku sudah dihiasi darah.
Mungkin di antara kalian ada yang 'nggak bisa' nyebrang. Nggak berani nyebrang sendiri. Kalau pun dengan terpaksa mesti nyebrang sendiri, kalian merasa takut. Well, kayaknya kalian mesti syukuri itu. Daripada seperti aku yang terlalu sembrono dan mungkin kelewat berani saat menyebrang.
Ohya, waktu lagi di angkutan, sebelum turun dan nyebrang, aku lagi memikirkan sesuatu, dan sepertinya saat nyebrang pun pikiranku masih mengambang. Jadi yah jangan ditiru :D kalau mau nyebrang harus fokus dan jangan lupa 'Bismillah..' :)
Moral value dari kejadian ini (kayaknya aku nggak perlu ngejelasin gimana lukanya ya? Haha for sure, those ugly injury, can't touch water for what weeks, can't easily walk) untuk beberapa pihak :
Penyebrang:
- pikiran jangan melayang ke mana-mana
- baca basmallah atau doa
- tunggu hingga kendaraan berada cukup jauh
- naikkan tangan (ga perlu sampe ke atas kepala juga :D) agar pengemudi tahu kamu mau nyebrang dan bisa memperlambat kecepatan
- kalau sedang macet, tunggu kendaraan seperti motor lewat terlebih dahulu.
tetap tenang dan jangan mendahului bila mereka tidak memberi tanda
Pengemudi:
- sadar bahwa pengguna jalan bukan hanya kamu
- kurangi kecepatan di tempat orang biasa menyebrang
- bila terlihat orang akan menyebrang, kurangi kecepatan
- bila tak sengaja menyerempet apalagi menabrak orang, berhenti dan bantulah terlebih dahulu.
walau mungkin itu memang salah orang tersebut, apa salahnya membantu?
Untuk sementara, segini saja dulu :)
Semoga dapat lebih berhati-hati dan selamat :D Amin..

0 komentar:
Posting Komentar