Kita semua tahu apa efeknya bila tak dapet menamengi diri dan malah terus-terusan mengingat kenangan buruk itu.
Mulai dari merasa sakit, khususnya di bagian hati (yang menurut kita 'hati' ini letaknya di dada), bisa juga betul-betul sakit secara fisik, misalnya demam, pusing, dan lain-lain.
Membuat kita sering menangis. Meratapi dan menyesali apa yang telah kita lakukan dulu.
Jadi sering melamun memikirkan kenangan itu.
Apa yang akan terjadi bila kita hanya terus seperti itu membiarkan kenangan tersebut membawa dampak buruk pada diri tanpa berusaha memperbaikinya?
Lama-kelamaan kita tak bisa lagi menerima diri kita, terus menyalahkan diri sendiri. Menjadi seorang pesimis yang takut menghadapi hal baru atau berusaha menyelasaikan masalah. Hidup kita akhirnya hanya diliputi penyesalan dan perasaan lainnya yang menahan kita untuk bergerak maju, menutup pandangan dari hal-hal penting di sekitar yang harusnya dapat kita sadari.
Kita tentu tak mau membuat kesalahan yang sama maupun kesalahan baru di masa kini dan mendatang. Kita tak mau melewatkan hal-hal berguna dalam hidup. Kita tak mau hidup kita selalu dirundung kesedihan, ketakutan, kecemasan, dan keputusasaan.
Serta banyak hal buruk lain yang merusak hidup kita lebih parah lagi.
Maka, marilah kita mencoba. Jangan putus asa dulu karena selama ini sudah berkali-kali mencoba tapi tak berhasil. Mulailah tanamkan kepercayaan bahwa kita bisa merubah hidup jadi lebih baik bila membuang kenangan buruk di masa lalu, bahkan merubahnya menjadi penyemangat hidup. Tekad dan niat yang kuat juga sangat diperlukan dalam hal ini.
Pertama, daftarlah semua hal yang menurut Anda kenangan menyakitkan, yang membuat sedih dan sejenisnya. Jangan malah setelah membuat daftar ini, Anda baca berkali-kali justru semakin menenggelamkan.
Lalu, coba ingat apa yang membuat kejadian itu bisa terjadi. Apa penyebabnya? Siapa saja yang terlibat? Juga mengapa kenangan itu masih ada dalam benakmu sampai sekarang. Coba ambil contoh. Misalnya kita pernah menyukai seseorang yang sampai sekarang masih bertepuk sebelah tangan. Lalu, ia menghilang, tak ada kabar, yang kita tahu hanya statusnya yang kini berpacaran.
Penyebab kejadian ini berarti bagaimana kita bisa menyukainya. Mungkin karena dia memiliki paras menarik, perlakuan gombal atau alasan lain. Coba pikir, apakah alasan itu konyol, bodoh, dan seharusnya kita tak perlu merasa demikian.
Yang terlibat: diri kita sendiri yang cukup konyol dengan alasan yang sudah kita temukan tadi; dia yang membuat kita sakit hati; juga mungkin ada tambahan -misal: pacarnya yang sama sekali kita tak kenal seperti apa sifatnya (baik dan buruknya) atau kita tak kenal cukup dekat. Jangan-jangan, kita jadi ikut membenci si 'tokoh tambahan' ini. Coba pikir, dia (misal:pacar orang yang membuat kita sakit hati) punya salah apa pada kita? Apa karena dia pacaran dengan orang yang kita suka lantas ia patut dibenci. Mungkin juga kan kita tak tahu bagaimana perangai si 'pacar' ini. Bisa saja ia banyak memiliki sifat positif yang kita tak punya. Jangan bilang kita tak menemukan kelebihannya! Sebab itu wajar. Kita kan kesal padanya (yang seolah-olah merebut orang yang kita suka), jadi cenderung mencari-cari kesalahan dia, alhasil yang kita temukan hanya sifat buruknya. Kalau pun ada sifat positif yang kita temukan, biasanya kita tak mau mengakui hal tersebut, kan?
Nah, ubahlah persepsi itu. Sadari bahwa tiap manusia pasti punya kelebihan dan kekurang, begitu pula kita.
Sekarang, coba telusuri benakmu, bagaimana bisa kenangan itu masih ada dalam pikiran? Tentu saja karena sering dipikirkan! Mungkin terdengar konyol, tapi memang begitulah kenyataannya.
Yang jadi masalah adalah bagaimana caranya agar tidak terus memikirkan hal tersebut.
1. Seperti yang sudah disebutkan, kita harus punya niat untuk merubah hidup ke arah lebih baik. Ya itu salah satunya.
2. Harus optimis bahwa kita bisa merubah hal itu. Kalau bukan kita siapa lagi yang bisa? Hanya kita yang mengerti seluk-beluk diri sendiri, jalan pikiran, serta cara kita berubah.
3. Sibukkan diri dengan kegiatan positif. Belajar yang giat, mengerjakan latihan soal, yang tadinya malas les jadi rajin, melakukan kegiatan yang kita suka. Pagi-pagi atau sore bisa jogging di sekitar rumah, bantuin mama masak, ngegitar sambil nyanyi bareng kakak, pergi ke panti asuhan bareng temen sekelas, sleepover di rumah teman (tapi jangan dijadikan ajang curhat!) bisa buat DIY (do-it-yourself) semacam kerajinan tangan, hasilnya bisa dijual (jangan mahal-mahal juga) lalu disumbangkan ke yang membutuhkan seperti pengamen. Terus, kerjakan hobi kita. Misalnya suka nulis diary, coba ganti kebiasaan itu jadi bikin cerita pendek dan bisa dipost di fictionpress, blog, atau fb. Lumayan tuh sebagai media keluarnya stress akibat kenangan buruk itu.
4. Kalau karena kenangan sedih itu kamu jadi sering murung, cemberut, cepet marah, ayo senyum! Kan kita nggak tahu mungkin aja ada orang yang suka senyum kita (semua orang pasti akan ikut senang kalau melihat orang lain tersenyum). Senyum itu ibadah! Jadi tebarkan senyum ke orang-orang (yang kita kenal aja, deh. boleh juga ke strange people, tapi tipis aja senyumnya), dan jangan senyum sendiri!
5. Kalau dulu kita sering murung, melamun, menyendiri, sekarang gabung sama teman dan lebih sering main bareng! Siapa tahu ada orang di luar sana yang kangen menghabiskan waktu bareng kita.
6. Lebih merilekskan diri, lebih santai. Baca cerita-cerita lucu yang bisa bikin ngakak, ketawa puas sampai guling-guling (tapi kalau efeknya kayak gini, bacanya di rumah aja, ya).
Langkah-langkan berikutnya bisa kalian buat sendiri dan catat. Dan tentunya direalisasikan dong!
Lalu, bagaimana cara membuat kenangan pahit itu berubah jadi penyemangat hidup kita?
Katanya, orang yang bangkit dari sakit hati bisa jadi dahsyat aura positifnya!
Misalnya aja masalah tadi (kita suka sama seseorang dan bla.. bla.. bla..). Bisa banget merubah kita jadi lebih percaya diri. Terus melihat sikap sifat positif apa yang bisa kita ambil. Mungkin si 'pacar' orang yang kita suka ini perhatian. Jadi, kalau ada orang di sekitar kita (yang dikenal), ya disapa, kasih senyum. Kalau orang itu lagi kesulitan, datangi, tawarkan bantuan.
Dengan cara-cara seperti ini, bisa dong nanti kita jadinya hidup happy ever after bersama pasangan yang lebih baik? Dengan diri kita yang jadi lebih baik juga, tentunya.
Your life will never change, if you afraid to change your life.

1 komentar:
menarik banget untuk dibaca kak
optimisasi mesin pencari
Posting Komentar